This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 03 Januari 2026

Peringatan Isro Mikraj, Bukan Sekedar Seremonial

 


UHS - Peringatan Isra Mikraj setiap tahunnya kerap diperingati melalui berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari pengajian, ceramah, hingga peringatan seremonial di berbagai instansi dan lembaga. Namun, esensi dari peristiwa agung ini sejatinya tidak berhenti pada rutinitas seremoni semata. Isra Mikraj mengandung pesan spiritual dan moral yang mendalam, yang menuntut untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Isra Mikraj merupakan perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan nilai ketauhidan, ketaatan, dan kedisiplinan dalam beribadah. Peristiwa ini menjadi momentum diturunkannya perintah salat lima waktu, yang menjadi tiang agama dan tolok ukur kualitas keimanan seorang muslim. Oleh karena itu, peringatan Isra Mikraj seharusnya menjadi sarana refleksi diri atas kualitas ibadah yang selama ini dijalankan.

Seringkali, peringatan Isra Mikraj hanya dipahami sebagai agenda tahunan tanpa tindak lanjut yang nyata. Padahal, pesan utama dari Isra Mikraj adalah perubahan sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik. Tanpa implementasi nilai-nilai tersebut, peringatan ini berisiko kehilangan makna substansialnya.

Implementasi nilai Isra Mikraj dapat dimulai dari menjaga konsistensi salat lima waktu secara berjamaah, tepat waktu, dan penuh kekhusyukan. Salat tidak hanya sebagai kewajiban ritual, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, pengendalian diri, dan penanaman nilai kejujuran serta tanggung jawab.

Selain aspek ibadah, Isra Mikraj juga mengajarkan pentingnya akhlak mulia dalam kehidupan sosial. Nabi Muhammad SAW menjadi teladan utama dalam bersikap amanah, adil, dan penuh kasih sayang. Nilai-nilai tersebut perlu diimplementasikan dalam interaksi sosial, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun tempat kerja.

Peringatan Isra Mikraj juga relevan untuk memperkuat etos kerja dan kedisiplinan. Salat yang teratur mengajarkan manajemen waktu yang baik, sementara kepatuhan terhadap perintah Allah SWT menumbuhkan sikap taat terhadap aturan dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, implementasi nilai Isra Mikraj dapat berkontribusi pada terciptanya tatanan masyarakat yang lebih tertib dan harmonis.

Di lingkungan pendidikan, peringatan Isra Mikraj seharusnya menjadi media penanaman karakter peserta didik. Guru dan pendidik memiliki peran strategis untuk mengaitkan peristiwa Isra Mikraj dengan pembiasaan perilaku positif, seperti disiplin, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.

Demikian pula di lingkungan pemerintahan dan organisasi, peringatan Isra Mikraj hendaknya menjadi pengingat untuk menjalankan amanah dengan penuh integritas. Nilai spiritual yang terkandung dalam peristiwa ini dapat menjadi landasan moral dalam pengambilan kebijakan dan pelayanan kepada masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan peringatan Isra Mikraj tidak diukur dari kemeriahan acara, melainkan dari sejauh mana nilai-nilainya terimplementasi dalam kehidupan nyata. Perubahan sikap, peningkatan kualitas ibadah, dan perbaikan akhlak menjadi indikator utama kebermaknaan peringatan tersebut.

Dengan menjadikan Isra Mikraj sebagai momentum refleksi dan implementasi, diharapkan peringatan ini mampu melahirkan pribadi-pribadi muslim yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab. Inilah makna sejati peringatan Isra Mikraj, bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai titik tolak perbaikan diri dan kehidupan bermasyarakat.


Oleh : 

Ujang Heri Syamsudin

Tukang Macul